Dan Brown: Mengasah Otak, Mengguncang Iman

Kalian tentu pernah mendengar judul itu. Mengasah otak, mengguncang iman. Kalimat itu aku baca di 2 novel terkenal karya Dan Brown: Kode Da Vinci dan Malaikat & Iblis. Menurut aku, memang demikian kenyataannya. Benar-benar mengasah otak dan juga mengguncang iman. Aku yang tadinya kurang tertarik dengan buku cerita semacam komik, cerpen atau novel, yang notabene tebalnya saja sudah bikin eneg, harus mulai merubah sikap. Sungguh, dua novel karya Dan Brown itu telah membuat aku untuk mulai membuka diri terhadap karya sastra seperti novel. Walaupun aku sudah sangat ketinggalan dalam membaca buku tersebut, tapi bagi aku kesannya masih sangat luar biasa. Aku seolah tak rela untuk berhenti barang sejenak dalam menyusuri halaman demi halaman buku tersebut. Mata ini seperti tersedot untuk terus membaca dan membaca paragraf demi paragraf yang menyajikan alur cerita yang begitu cepat, mendebarkan, penuh teka teki dan tantangan. Detil cerita tentang suatu tempat dan kejadian begitu terasa dan membuat aku seolah berada di tempat sesungguhnya. Bahkan sempat terbawa dalam mimpiku. Fakta-fakta yang digabungkan dengan fantasi dan imajinasi menjadi begitu hidup dan sulit untuk membedakan lagi antara fakta dan imajinasi sang penulis. Semua tersaji dengan apik, cermat dan sangat cerdas.

Dan Brown memang sungguh pandai dalam menceritakan suatu fakta beserta detil tempat dan peristiwa. Perhatikan bagaimana ia begitu detil menceritakan tempat-tempat di kota Roma, bahkan disertai dengan peta sederhana. Ia juga gambarkan tempat-tempat tersembunyi dan rahasia di Vatican City, yang aku yakin baru sekali dikunjunginya. Dan Brown juga begitu seksama melakukan riset terhadap apa yang ia tulis dalam novelnya. Ia punya banyak data-data terkait dengan persaudaraan rahasia beserta lika-liku perjalanan kelompok itu, dan bahkan barang-barang peninggalannya. Sekali lagi, aku ga tahu dan ga bisa bedakan mana yang betul-betul merupakan fakta dan mana yang hanya berupa imajinasi Dan Brown untuk menghidupkan novelnya. Semua telah bersatu menjadi sebuah novel yang apik dan enak dibaca.

Gabungan dari fakta dan logika imajinasinya itu, sering kali menimbulkan hal-hal baru yang sebenarnya, menurut aku, sangat tabu dari nilai agama. Bagaimana ia, dengan imajinasinya, mengungkapkan tentang Maria Magdalena, yang digambarkan sebagai istri Yesus. Bagaimana pula Dan Brown menceritakan tentang sepak terjang kaum Illuminati yang begitu rahasia dan siap menuntut balas terhadap perlakuan gereja. Aku memang bukan seorang Kristiani dan tidak pernah mendalami theologi Kristiani. Mungkin pemahamanku tentang 2 novel Dan Brown tersebut tidak seberapa. Tapi aku melihat dan menilai Dan Brown begitu cerdas dalam bercerita maupun berimajinasi sehingga apa yang ada di novelnya tampak sangat masuk akal. Dan bahkan mungkin memang begitu kenyataannya. Tapi karena semua disampaikan dalam sebuah novel, yang notabene hanya berupa cerita fiksi, maka orang hanya akan menganggap bahwa itu sekedar cerita imajinasi saja. Tidak ada tendensi apa-apa. Tapi kalau kita mencoba sedikit kritis, mungkin apa yang diceritakan Dan Brown dalam novel-novelnya tersebut memang suatu kenyataan. Suatu kenyataan yang coba disampaikan secara tersembunyi untuk menghindari konflik dan kontroversi. Aku tak tau apa memang begitu. Tapi bagaimanapun, aku sangat salut dengan penulis ini, pandai bercerita dan sangat cerdas. Sungguh-sungguh mengasah otak dan mengguncang iman.

Incoming search terms for the article:



You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Dan Brown: Mengasah Otak, Mengguncang Iman”

  1. Starwrite says:

    Emank buku yang penuh kontroversi..

Leave a Reply