Kemarin, ketika membuka-buka kembali buku harianku, aku temukan satu tulisan yang masih sangat berkesan sampai sekarang. Tulisan yang aku buat sekitar 2 tahun yang lalu, saat aku masih sendiri. Waktu itu, belum genap satu tahun aku tinggal di tempat baru, tempat kerja baru, suasana baru, Sei Putih. Menjelang akhir ramadhan, menjelang lebaran pertamaku di bumi Andalas. Suasana mulai sepi. Teman-teman sudah mudik ke kampung halaman masing-masing. Aku sendiri sebenarnya juga pengen pulang kampung, bertemu keluarga dan handai tolan. Tapi ada hal lain yang membuat aku tidak melakukannya…
Suasana komplek yang sudah sepi, kian terasa sepi. Kesunyian pun begitu terasa saat itu. Kesendirian begitu merasuk sampai ke relung hatiku. Betul-betul sendiri. Merenung aku sendiri di kamarku, menikmati suasana akhir ramadhan sambil menggoreskan pena di atas buku harian….
— Akhir Ramadhan 1427 H —
Aku masih sendiri
Melewati Ramadhan kali ini
Ramadhan ketiga
Sejak saat itu
Saat kuniatkan dalam hatiku
Saat doktrin-doktrin itu masuk dalam hatiku
Saat teman-teman memulai hidup baru
….
Begitu cepat waktu berlalu …
Tak terasa …
Begitu cepat …
Rabb please
Kalo memang Engkau masih izinkan aku
Tuk bertemu Ramadhan lagi
Please Rabb
Pertemukan aku dengan Ramadhan
Bersama dengan istriku
Please …
Amin
—————————
Pernahkah kalian merasakan hal yang sama? Atau justru saat ini kalian sedang merasakannya? Saudaraku… kalo kalian sedang merasakan apa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu….sedangkan sudah ada kemampuan di dalam diri kalian… saranku: Segeralah tunaikan separoh dien kalian. Bayang keraguan yang mungkin ada di benak kalian hanyalah godaan syetan. Buang jauh-jauh rasa ragu itu. Alloh ta’ala sudah menjajikan untuk mencukupkan rizki hambanya…
Posted in
Tags: 


trims bro…..
jadi ada inspirasi…
kunjungi gua temen2..
http://www.e-buk.tk
[...] sepuluh hari akhir ramadhan ini. Sayang kalo melewatkan waktu yang sangat berharga ini. Salah satu doa akhir ramadhan ku kali ini adalah segera dikarunia momongan, juga kemanfaatan diriku bagi orang lain. Rabb, please [...]