Rumah Baru Temanku

Tadi malam aku tiba kembali di Medan setelah melakukan sebuah kunjungan singkat ke Bogor dalam rangka membantu kelancaran sebuah event kantor. Sebenarnya acara itu tidak terlalu penting bagiku, dan kalo disuruh memilih aku lebih suka tinggal di rumah menghabiskan waktu bersama Yayang. Yah tapi gimanapun tugas adalah tugas dan harus dilaksanakan. Paling tidak, dengan kunjungan itu aku bisa memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi ke beberapa teman yang tinggal di Bogor, begitu kata hatiku. Bukankah silaturahmi adalah hal yang sangat dianjurkan, bahkan dikatakan bisa memperpanjang usia dan mempermudah rejeki.

Dan sungguh kebetulan! Pucuk dicinta ulampun tiba. Aku bertemu seorang kawan yang ternyata juga mengikuti acara tersebut. Dia adalah seniorku di kantor yang sedang kuliah di Bogor, Radit namanya. Singkat cerita, setelah acara selesai, kami bergegas meninggalkan IPB Convention Center menuju rumah mas Radit di daerah Bubulak. Bus Trans Pakuan yang cukup nyaman membawa kami menelusuri jalanan kota Bogor yang cukup padat di sore hari.

Tak sampai satu jam, kami pun sampai di rumah Mas Radit, di sebuah komplek perumahan tak jauh dari terminal Bubulak. Aku lupa nama komplek perumahannya, tapi yang jelas selain strategis, tempatnya cukup nyaman dan bersih. Di dalam komplek itu pun, lokasi rumah mas Radit letaknya juga cukup strategis, tidak terlalu jauh dari pintu masuk komplek, bersebelahan dengan Mesjid dan terletak di sudut sebuah simpang tiga. Pokoknya pas banget lah dengan  lokasi rumah idamanku.

Rumah itu baru dibeli Mas Radit sekitar setahun yang lalu dari seorang teman melalui proses oper-kredit. Tadinya aku bertanya dalam hati, kenapa Mas Radit sampai membeli rumah di Bogor, padahal setelah selesai kuliah dia harus balik lagi ke Medan. Untuk investasi alasannya. Membeli rumah atau tanah, lanjutnya, adalah salah satu investasi yang sangat menguntungkan karena harga jualnya akan terus bertambah di kemudian hari. Dan memang terbukti, rumah yang baru setahun dibelinya itu saat ini nilai jualnya sudah melonjak setelah masuknya air dari PDAM. Investasi yang sungguh menarik!

Kembali ke rumah itu, kalau Aku tidak salah, paling tidak rumah Mas Radit mempunyai tiga kamar tidur, ruang tamu, kamar keluarga yang bersatu dengan ruang makan, serta bersambung dengan dapur. Masih ada lagi teras depan dan samping serta kamar di bagian atas. Sudah lebih dari cukup untuk ukuran sebuah keluarga kecil dengan tiga orang anak. Aku juga suka dengan bagian depan rumah yang cukup rindang dengan pohon mangga sebagai penaung utama. Jadi pengen neh… kapan ya aku bisa membeli rumah sendiri. Bisa ga ya…? Wah kok jadi menghayal lagi ya, kemarin mimpi pengen punya mobil, sekarang pengen punya rumah…. Tapi aku pikir wajar ajakan ya kalo aku juga pengen punya ini itu. Yah, aku yakin aku bisa! Ayo semangat…! Ini kali ya berkah dari silaturahmi, walopun belum rejekinya langsung yang aku dapat, tapi paling tidak aku jadi lebih semangat untuk bekerja dan melihat masa depan. Cayo…semangaaaat…!



You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Rumah Baru Temanku”

  1. anton182 says:

    okelah kalo begitu main ke url aku dunk salm kenal

  2. Rindu says:

    kapan yah saya punya ruman sendiri, yang didalamnya ada suara anak anak kecil mengaji :)

  3. arwansp says:

    salam kenal juga mas…

  4. arwansp says:

    amiin…turut mendoakan mba…

  5. Salam kenal ya, sedang blogwalking.

Leave a Reply